KLASIFIKASI KLINIK dan IMUNOLOGIK HIV-AIDS

Definisi infeksi HIV (WHO 2007)

Infeksi HIV pada dewasa atau anak 18 bulan atau lebih didiagnosa berdasarkan :

“ positive HIV antibody testing (rapid or laboratory-based enzyme immunoassay). This is confirmed by a second HIV antibody test (rapid or laboratory-based enzyme immunoassay) relying on different antigens or of different operating characteristics” ;

dan / atau :

“ positive virological test for HIV or its components (HIV-RNA or HIV-DNA or ultrasensitive HIV p24 antigen) confirmed by a second virological test obtained from a separate determination”.


Untuk anak < 18 bulan :

“ positive virological test for HIV or its components (HIV-RNA or HIV-DNA or ultrasensitive HIV p24 antigen) confirmed by a second virological test obtained from a separate determination taken more than four weeks after birth”.

Kriteria Diagnosis HIV lanjut (termasuk AIDS)

-          Kriteria klinik : konfirmasi infeksi HIV + bila diduga atau didiagnosis berada dalam stadium 3 atau 4.

-          Kriteria imunologik (dewasa dan anak) : Konfirmasi infeksi HIV + CD4 count < 350/mm3

-          Kriteria imunologik ( anak < 5 tahun) : %CD4+ < 30 (< 12 bulan), %CD4+ <25 (12-35 bulan), % CD4+ <20 (36-56 bulan).

-         AIDS pada dewasa dan anak : konfirmasi infeksi HIV + diagnosis klinik stadium 4 atau CD4 < 200/mm3 atau %CD4+ < 15.

Klasifikasi Imunologik pada infeksi HIV (WHO)

Kriteria Klinik HIV/AIDS pada dewasa dan anak (WHO)

Manifestasi Klinik Diagnosis Klinik Diagnosis pasti
Stadium I
Asimptomatik - -
Limphadenopati generalisata persisten Pembesaran KGB > 1 cm, tidak nyeri pada 1 atau 2 tempat dengan sebab yang tidak diketahui dan persisten selama 3 bulan atau lebih Histology
Stadium II
BB turun <10% BB sebelumnya BB turun tanpa sebab yang jelas, atau BB tidak bertambah pada kehamilan BB turun < 10% terdokumentasi
URTI rekuren (>1x selama 6 bulan) Sinusitis

 

Otitis Media

Tonsilopharyngitis

LAB
Herpes Zooter Vesicular rash, nyeri , distribusi dermatomal, tidak melewati midline tubuh. Diagnosis klinik
Angular cheilitis Pecah2 pada sudut bibir yang bukan diakibatkan oleh def fe, biasanya berespon dengan pemberian terapi antijamur Diagnosis klinik
Ulserasi oral rekuren ( ≥2 x selama 6 bulan terakhir) Aphthous, nyeri, dengan halo dan pseudomembran kuning abu-abu Diagnosis klinik
Papular preuritic eruption Lesi popular Diagnosis klinik
Seborrhoic dermatitis Kulit gatal, bersisik, terutama pada daerah berambut Diagnosis klinik
Infeksi jamur pada kuku Paronikia

 

Onycholisis

Kultur jamur
Stadium III
BB turun > 10 % BB sebelumnya BB turun tanpa sebab yang jelas. Tampak kurus, BMI < 18,5 kg/m2atau BB turun pada kehamilan BB turun > 10% terdokumentasi
Diare kronik lebih dari 1 bulan Diare kronik lebih dari 1 bulan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya Pem feses
Demam persisten Demam persisten lebih dari 1 bulan Suhu > 37.50, dengan kultur darah negative, ziehl-nelsen negative, apusan darah malaria negative, foto thorax normal, dan tidak ada focus infeksi
Kandidiasis oral persisten Berupa pseudomembraneus berwarna putih atau erythematous form Diagnosis klinik
Oral hairy leukoplakia Diagnosis klinik
TB ( berulang) Gejala kronik : batuk, batuk darah, sesak, nyeri dada, BB turun, keringat malam, demam. Dengan sputum BTA + atau sputum BTA – dengan gambaran radiologis yang mendukung. BTA sputum +, kultur positif
Infeksi bakteri berat (pneumonia, meningitis, empiema, pyomiositis, infeksi tulang dan sendi, septicemia, PID) Demam disertai gejala dan tanda spesifik, dan merespon terhadap pemberian antibiotic. Isolasi bakteri
Acute necrotizing ulcerative

 

gingivitis atau necrotizing

ulcerative periodontitis.

Papilla gingival ulserasi, sangat nyeri, gigi tanggal, perdarahan, bau mulut tidak sedap, dll. Diagnosis klinik
Anemia ( (8 gr%)

 

Neutropenia (<0,5×109/L)

Trombositopenia (<50×109/L) kronik

- Lab
Stadium IV
HIV wasting sindrom BB turun > 10% , wasting, BMI < 18.5 kg/m2

 

Disertai salah satu :

Diare kronik > 1 bulan tanpa sebab yang jelas

Atau

Demam > 1 bulan tanpa sebab yang jelas

Pneumocystis pneumonia Dispnoe on exertion atau batuk tidak produktif, takipneu, dan demam.

 

Dan

CXR : infiltrate difus bilateral

Dan

Tidak ada bukti infeksi pneumonia bacterial, krepitasi bilateral, dan auskultasi dengan atau tanpa obs jalan nafas

Cytology, imunofloresent mikroskopi.
Pneumonia bacterial rekuren ≥ 2x selama 6 bulan terakhir, onset akut (<2 minggu), dengan gejala berat ( demam, batuk, sesak, nyeri dada).

 

Dan

Konsolidasi pada pem fisik atau rontgen thorax. Respon terhadap antibiotic.

Kultur

 

Antigen test

Herpes simplek kronik (orolabial, genital, anorectal) Herpes simplek kronik (orolabial, genital, anorectal) lebih dari 1 bulan Kultur, DNA herpes simplek virus, citologi, histology.
Oesofagial candidiasis Nyeri retrosternal, disfagi, disertai oral candidiasis Endoskopi, bronkoskopi, mikroskopi, histology.
TB ekstraparu Pleural, pericardia, peritoneal

 

involvement, meningitis,

mediastinal atau abdominal

lymphadenopathy atau ostetis.

Isolasi M.TB, CXR
Sarcoma kaposi Typical gross appearance in skin or oropharynx of persistent, initially flat, patches with a pink or violaceous colour, skin lesions that usually develop into plaques or nodules. Endoskopi, bronkoskopi, histology
CMV disease (selain hati, limfa, dan KGB) Retinitis

 

Kultur, DNA, histologi
CNS toxoplasmosis Kelainan neurologis, penurunan kesadaran, dan respon terhadap terapi spesifik Antibodi toxoplasma (+) dan satu atau lebih masa intracranial pada pemeriksaan CT scan atau MRI
HIV encephalopati Gangguan kognitif / motorik progressive yang tidak disebabkan oleh sebab lain Neuroimaging
Criptococcosis ekstrapulmonal (termasuk meningitis) Demam, sakit kepala, meningism, bingung, perubahan tingkah laku, respon terhadap criptococcal terapi Isolasi criptococus neoformans atau antigen test
Disseminated non tuberculous mycobacteria infection - Ditemukannya bakteri atipikal
Progressive multifocal leukoencephalopathy. - Gangguan neurologis progresif (gangguan kognitif, berbicara, berjalan, penglihatan, kelemahan ekstremitas, dan gangguan saraf cranial) disertai dengan lesi hypodense pada white matter, atau (+) poliomavirus JC PCR pada LCS,
Chronic cryptosporidiosis

 

- Cysts (+) pada pem Ziehl-Nielsen
Chronic isosporiasis. - Identifikasi Isospora.
Disseminated mycosis (coccidiomycosis atau histoplasmosis).

 

- Histology, antigen detection

 

Atau culture

Recurrent non-typhoid

 

Salmonella bacteraemia.

Kultur darah
Lymphoma (cerebral atau Bcell

 

non-Hodgkin).

- Histology

 

neuroimaging techniques

Invasive ca cerviks

 

- Histology atau cytologi
Atypical disseminated leishmaniasis.

 

- Histology
Symptometic HIV-associated nephropathy. - Biopsy ginjal
Symptometic HIV-associated cardiomyopathy.

 

- Kardiomegali, echo

Referensi :

  1. WHO, Clinical Staging And Immunological Classification Of Hiv-Related Disease In Adults And Children, France, 2007. Hal 8-15
  2. 2. Yayasan Spiritia, Lembaran Informasi Tentang HIV/AIDS Untuk Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA), Jakarta, 2005.
  3. 3. PAPDI, Panduan pelayanan Medik, Jakarta, 2006. Hal 287-288.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: