Infeksi Hantavirus

Definisi

logoHantavirus adalah sekumpulan virus yang dbawa oleh hewan pengerat. Infeksi Hantavirus memperlihatkan dua macam manifestasi penyakit yaitu demam berdarah dengan sindrom renal (haemorrhagic fever with renal syndrome = HFRS) dan Hantavirus dengan sindrom pulmonum (hantavirus pulmonary syndrome = HPS). Penyakit ini disebabkan oleh beberapa spesies virus dari genus Hantavirus, famili Bunyaviridae. Genus Hantavirus yang menyebabkan penyakit pada manusia telah diketahui terdiri dari sedikitnya tujuh spesies yaitu virus Hantaan (HTNV), virus Seoul (SEOV), virus Dobrava (DOBV), virus Puumala (PUUV), virus Saarema (SAAV), virus sin-nombre (SNV) dan virus Andes (ANDV). HFRS adalah salah satu emerging diseases yang penting dengan angka kematian berkisar antara 5%-15% (WHO, 1982).


Carrier

–          Deer mouse (Peromyscus maniculatus)

–          Cotton rat (Sigmodon hispidus)

–          Rice rat (Oryzomys palustris)

–          Whitefooted mouse (Peromyscus leucopus)

–          Cloudland deer mouse (Peromyscus maniculatus nubiterrae)

Penularan

Carrier hantavirus dapat secara terus menerus atau intermintten menebarkan virus melalui urin, kotoran, dan saliva. Manusia dapat terinfeksi melalui :

–          Inhalasi droplet yang mengandung virus

–          Melalui luka pada kulit atau membrane mukosa

–          Gigitan hewan pengerat

–          Tertelan tidak sengaja eksreta carrier atau material yang terkontaminasi.

Tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia di US.

Gejala
HPS diawali dengan gejala prodromal selama 3-4 hari ( range 1-11 hari), berupa demam, nyeri otot, malaise, dan gangguan gastrointestinal seperti mual muntah dan nyeri abdomen, dizziness, dan terkadang timbul vertigo. Pasien biasanya datang setelah dimulainya fase kardiopulmonal.

Terjadi penurunan tekanan darah, takikardi, takipneu, hiposemia ringan dan gambaran edema paru pada foto thorax. Beberapa jam kemudian, dekompensasi dapat memburuk secara progresif dan timbul hypoxemia berat dan gagal nafas.

Gejala/sindrom klinis HFRS adalah demam, berbagai manifestasi perdarahan, dan insufisiensi renal (hematuria, proteinuria, oliguria dan/atau creatinin serum di atas normal).  Infeksi ginjal bisa ringan maupun berat. Infeksi ringan dimulai secara tiba-tiba dengan demam tinggi, sakit kepala, sakit punggung dan nyeri perut. Pada hari ke3 atau ke4, muncul bercak kecil seperti memar di bagian putih mata dan di langit-langit mulut bersamaan dengan munculnya kemerahan di perut. Fungsi ginjal memburuk, sehingga bahan-bahan beracun terkumpul dalam darah, menyebabkan mual, kehilangan nafsu makan dan kelemahan. Kemerahan akan menghilang dalam 3 hari. Pengeluaran air kemih berangsur-angsur kembali normal dan penderita akan sembuh dalam beberapa minggu.

Infeksi ginjal yang berat permulaannya hampir sama, tetapi demam yang paling tinggi terjadi pada hari ke3 atau ke4. Gejala awal yang khas adalah kulit wajah yang kemerahan, seperti terbakar sinar matahari. Bila kulit ditekan, akan timbul tanda merah yang menetap. Bintik-bintik perdarahan (peteki) muncul pada hari ke3-ke5, awalnya di langit-langit mulut, lalu di seluruh kulit yang bisa ditekan. Timbul perdarahan dibawah bagian putih mata. Pada hari ke5, tekanan darah bisa menurun tajam dan bisa terjadi syok. Pada hari ke8, tekanan darah kembali normal, tetapi pengeluaran air kemih berkurang. Pengeluaran air kemih kembali meningkat pada hari ke11. Pada saat ini, perdarahan, terutama di otak, bisa menyebabkan kematian. Infeksi hantavirus berakibat fatal pada 5% penderita. Beberapa yang bertahan hidup, menderita kerusakan ginjal yang menetap.

Pemeriksaan Penunjang

–          Leukositosis, diff count kekiri, trombositopenia, hemokonsentrasi, hipoalbuminemia, pemanjangan PTT

–          Proteinuria

–          Asidosis

–          Fungsi ginjal

–          Serologi

Pengobatan
Pemberian obat anti-virus ribavirin akan efektif jika diberikan secara dini. Untuk infeksi paru-paru, pemberian oksigen dan pengawasan tekanan darah sangat membantu proses penyembuhan. Untuk infeksi ginjal, mungkin perlu dilakukan dialisa.

Referensi :

  1. Kasper, MD dkk, Harrison Principles of internal medicine 16th ed, McGraw-Hil
  2. http://www.infeksi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: